Jangan bore up dulu mio kalian sebelum baca ini.
Untuk para pemula yang ingin meningkatkan performa yamaha mio gak harus bore up mesin, selain biaya yang cukup mahal konsumsi bahan bakar nya juga pasti bertambah.
Sebelum memutuskan untuk bore up mesin, mari kita bandingkan dulu motor yamaha mio nya dengan honda beat.
Yamaha mio memiliki kapasitas mesin lebih besar dari honda beat yaitu 113cc, sedangkan honda beat hanya memiliki kapasitas 110cc. Tapi kenapa honda beat dengan kapasitas 110cc bisa lebih irit dan lincah tarikan nya dari pada mio yang berkapasitas 113cc.

Yang membedakan dari kedua skutik tersebut ada pada bagian cvt nya. CVT (continuously variable transmission) berfungsi sebagai penghubung atau penyalur tenaga dari mesin ke roda.
-Roller yang di miliki beat ukuran nya lebih besar dari pada mio, sehingga roller dapat bergerak cepat untuk membuka rumah roller.

-Rumah Roller Honda beat memiliki jalur roller yang pendek sehingga pergerakan roller lebih cepat, beda dengan mio yang memiliki jalur roller yang sedikit panjang sehingga pergerakan dari roller mio agak sedikit membutuhkan waktu untuk membuka rumah roller.

-Per cvt yang di miliki Honda beat memiliki ukuran lebih panjang dan lentur, dari pada milik yamaha mio yang berukuran pendek serta agak keras.
°Per cvt yang keras dan pendek berfungsi untuk menahan bukaan pully sekunder agar tidak cepat terbuka lebar, tapi ketika putaran atas top speed akan tertahan karna per terlalu pendek.
°Per cvt yang lentur dan panjang berfungsi ketika putaran bawah agar pully sekunder lebih ringan terbuka dan gak ketahan dengan per. Tapi untuk putaran atasnya masih bisa mendapatkan top speed dengan mengandalkan dari panjang per tersebut.
-Per sentri / per kampas ganda kepunyaan beat sedikit lebih keras dari punya nya mio, yang fungsinya agar kampas kopling tidak langsung menempel ketika di putaran bawah. Jadi kalo per sentri yang sedikit lebih lentur biasa nya bakalan terasa di putaran atas yang lambat untuk mendapatkan top speed.

-Pin Guide pully / paku pully punya nya mio dan beat juga berbeda. Paku pully punya beat berbentuk sperti roller, dengan model sperti roller tentunya pergerakan pully sekunder lebih ringan.
Untuk bagian gearbox nya, honda beat memiliki gigi rasio lebih besar dari yamaha mio. Beat memiliki ukuran 45/12 dan Mio 42/13, jadi rasio honda beat lebih enak di pakai ketika akselerasi.
pada kesimpulan nya honda beat yang memiliki kapasitas mesin 110 cc bisa lebih gesit dan lebi lincah di banding mio yang memiliki kapasitas mesin 113 cc. itu karena honda beat telah memksimalkan bagian CVT nya.
jadi saran saya buat para pengguna motor mio yang masih awam, coba untuk memaksimalkan dulu bagian cvt nya sebelum memutuskan untuk bore up mesin.
Comments
Post a Comment